Minggu, 12 Juni 2016



ESSAY KESUKSESAN DALAM HIDUPKU

Menjadi anak pertama dari empat bersaudara bukanlah hal yang mudah. Apalagi dengan kondisi penghasilan orangtua saya yang tidak menentu. Ayah saya yang berprofesi sebagai wiraswasta, seorang nelayan, dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Ada kondisi dimana kami sekeluarga bisa makan enak, dan seringkali kami harus puas dengan lauk tempe atau hanya kerupuk. Menunggak bayaran sekolah adalah suatu hal yang lazim dilakukan karena keterbatasan biaya. Saat masa sekolah, SD, SMP, dan SMA, tidak mendapat kartu ujian karena belum bayar spp adalah hal rutin yang harus aku dan adik-adikku alami. Puji Tuhan, meski begitu kami tetap bisa melewatinya dan tetap bisa melanjutkan sekolah. Tiga di antara kami melanjutkan jenjang kuliah dengan mendapat beasiswa.
Sejak SD, saya terbiasa jualan untuk mendapat tambahan uang saku. Dari mulai permen, sticker, kue, gorengan, hingga buku. Walaupun dengan hasil yang tidak seberapa, bangga rasanya bisa menghasikan uang sendiri. Lulus SMA, saya bekerja paruh waktu di salah satu toko sebagai kasir, sembari menunggu pengumuman kelulusan dan seleksi masuk universitas. Puji Tuhan, saya diterima di salah satu universitas di kota kupang.
Awal mula pendaftaran, saya sempat ragu. Pasalnya belum ada biaya untuk mendaftar. Saya sempat mengutarakan pada ibu untuk menunda kuliah setahun agar saya bisa melanjutkan kerja. Ibu marah dan memaksa saya untuk tetap mendaftar kuliah. Di hari terakhir batas pembayaran, uang yang ada masih belum mencukupi. Saya pasrah. Namun, tiba-tiba siang hari, seorang kakak kelas di kampus, yang baru saya kenal saat awal daftar ulang menelpon dan menanyakan keadaan saya. Ya, saya memang sempat mengajukan masalah saya pada advokasi Himprosma ( Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika). Bersyukurlah, kakak kelas itu menelpon dan memberitahukan bahwa batas pembayaran diundur dan saya bisa memperoleh pinjaman  Dana Pendidikan dari Himprosma untuk biaya masuk kuliah saya. Tidak hanya itu saya juga direkomendasikan untuk mendaftar beasiswa.
Syukur tak terhingga, saya lolos beasiswa, dan untuk pertama kalinya dalam masa studi saya, saya tak khawatir dengan biaya yang harus dibayar. Saya fokus kuliah. ikut berbagai organisasi di kampus, dan juga mengikuti berbagai event perlombaan. Puji Tuhan saya mendapat nilai yang cukup baik dan stabil.
Selain kulian, berorganisasi, dan mengikuti perlombaan, saya juga melakukan kerja paruh waktu sebagai tenaga pengajar di salah satu bimbingan belajar. Akhir pekan saya isi dengan menjadi guru privat. Saya anak pertama dan memiliki adik banyak. Saya harus bisa membantu orangtua saya. Begitu tekad yang saya bangun. Terkadang saya pernah iri dengan teman saya yang hanya memiliki fokus kehidupan di kampus. Bisa fokus belajar, berorganisasi, bergaul, dan sebagainya. Saya juga pernah lelah dengan padatnya jadwal yang saya miliki. Namun satu hal yang selalu saya percaya. Allah tidak akan memberi masalah kepada hambaNya di luar kemampuannya. Berarti Allah tahu saya cukup kuat melewati ini semua. Ya, dengan berbagai masalah yang ada membentuk karakter saya sebagai sosok yang mandiri.

NAMA                       : RANDY MEOK          
NO. REGIS               : 13115047

Tidak ada komentar:

Posting Komentar